TRANSPIRASI DAN STOMATA

No comments


Pengertian Transpirasi

Transpirasi adalah Proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain ( dalam jumlah kecil ) melalui stomata ( Mulut daun ) atau terjadi paling besar.
Proses Transpirasi berlangsung selama tumbuhan hidup.
  • Dalam proses transpirasi ,air menguap dari dinding sel-sel parenkim Palisade dan Spongy parenkim ke ruang interseluler ( sel mesofil ).
  • Rongga udara yang relatif luas yang berada dibawah posisi stomata di dalam daun di sebut sebagai rongga SUBSTOMATAL.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Transpirasi adalah :
  • Faktor internal yang mempengaruhi mekanisme buka tutupnya stomata
  • Kelembaban udara sekitar tanaman
  • Suhu udara
  • Suhu dan tanaman
Fungsi Transpirasi bagi Tumbuhan :
  1. Mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembuluh xilem
  2. Menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal
  3. Sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu daun
Pengertian Stomata
Stomata adalah Celah yang ada di antara dua sel penjaga ( gurad cell ) , sedangkan aparatus stomata adalah kedua sel penyangga tersebut berdampingan dengan sel-sel epidermis yang juga telah termodifikasi , yang disebut sel pendukung ( Subsidiary cell ).
Stomata pada umumnya terdapat pada permukaan bawah daun. Tetapi ada beberapa species tumbuhan terletak pada kedua permukaan ( atas dan bawah ),dan ada yang dipermukaan atas. Untuk tumbuhan air tidak memiliki stomata sama sekali.
MEKANISME KERJA STOMATA
  • Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga di sebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut.Pergerakan air dari sel satu ke yang lainnya sebagaimana di jelaskan, akanselalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel dengan potensi air lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air seakan tergantung pada jumlah bahan terlarut ( Solute ) di dalam cairan sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi osmotik sel akan semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor tersebut tetap, maka secara keseluruhan potensi air sel akan menurun pula. Untuk memacu agar air masuk ke sel penjaga, maka jumlah bahan terlarut di dalam sel harus di tingkatkan.
  • Pada saat stomata membuka akan terjadi Akumulasi ion Kalium pada sel penjaga. Ion kalium ini berasal dari sel tetangganya.
  • Peningkatan konsentrasi kalium sebesar 0,5 M cukup untuk menurunkan potensi Osmotiksel sekitar 2,0 M.
PENGARUH ASAM ABSISAT ( ABA )

Jika Asam Absisat ( ABA ) di aplikasikan pada daun tumbuhan dengan kosentrasi yang sangat rendah maka akan menyebabkan stomata menutup.Kondisi alami penutupan stomata terjadi setelah tumbuhan mengakumulasi ABA.

Pada daun ABA dapat berada pada tiga bagian sel :
  1. Pada : Sitosol, dimana ABA di Sintesis
  2. Pada : Kloroplas, dimana ABA di Akumulasikan
  3. Pada : Dinding Sel
Dan ABA yang merangsang proses menutupnya stomata dadalah ABA pada dinding sel, yang berasal dari Mesofit daun tempatdimana ABA ini di sintesis.

Ada 2 Feed Back Loop yang mengendalikan membuka dan menutupnys stomata yaitu :
  1. Jika CO2 di rongga Substomata menurun, maka Ion Kalium akan masuk ke sel penjaga, sehingga stomata membuka. Dengan demikian maka CO2 dari udara luar dapat masuk ke rongga substomata dan kebutuhan CO2 untuk Fotosintesis terpenuhi.
  2. Jika tumnuhan mengalami kekurangan air, maka ABA di kirim masuk ke sel penjaga. Sebagai akibatnya stomata akan menutup. Dengan demikian, maka kehilangan air melalui transpirasi dapat di hindari.
Kedua Feed Back Loop ini berinteraksi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan CO2 untuk Fotosintesis dan mencegah kehilangan air berlebihan dari jaringan tumbuhan.Tks

No comments :

Post a Comment